🪷 Bijaksana

HUJAN

Oleh Muslihin Abdillah

Gemericik senandung luluh merayu hati, Terjamah larutan mensiasati. Terus menyabani hingga rengkarnasi. Putih sejuk teramat berarti. Senantiasa menanti keputusan Tuhan kapan ia akan pergi. Bila sampai waktu nya, Tetes demi tetes kian mengurai  awan. Gemuruh kilat pelepas ikatan. Melepas hasrat bercinta tak terhelakan, Rayuan pulang tak hiraukan. Merintih seduh sedan tiada guna. Hingga hujan mengiklaskan semua Demi senyuman yang menghianatinya, Yang tak terima akan kehadirannya Tanpa menyadari ia pantas untuk jatuh. Jambi, 5 Mei 2017