🪷 Bijaksana

HITAM

Oleh Nur Rachman Sidiq

Hitam Cermin memaksa ku untuk tidur Ketika muka ku terlihat tanpa cahaya Walaupun aku bisa terjaga seharian Namun aku terkubur dalam memelas muka Aku bercermin di air kopi Keruh bukan ? Tapi mata ku lebih menyukainya Semua tak terlihat Jadi sudah pasti yang terbanyang hanya nikmatnya Tak seperti cermin kaca Yang selalu terbaca Lalu hitam mulai ku sukai Hanya nama Bukan makna Karna makna sudah ku hapus dengan nikmatnya Sedangkan cerita Hanya sisih lain dari kaca Bukan lagi makna yang harus terlintas dalam nyata

Puisi Lainnya

SATU Oleh Nur Rachman Sidiq