🪷 Bijaksana

HATI YANG BERKEHENDAK

Oleh Elinady Dzar Al-Ghifari

Diri menghadap kemana hati berharap Indah tercipta mengukir kata Untaian kata berbaris mesra Menyibak semua isi jiwa Pejamkan mata mencoba meraba Indahnya cinta tak kan binasa Hapuskan lara jika kau merasa Tepiskan sepi tanpa merana Hai dinda Dengarlah bisikan lembut ini Dari hati yang selalu merindu Pejamkan mata rasakan di jiwa Biarlah cinta yang kan bicara Saat indahmu ku jadikan sebuah tajuk Tajuk kata memuisi berasal dari benak Raga terbawa tersapu dalam ombak Gelombangnya yang beriak-riak Yang namun membawa arah berbalik Kadang juga hati ini penuh kritik Karna asa harap ini serasa tak bertepuk Karna hangat aura itu tak dapat ku peluk Hanya dapat pandangku dengan mata terbelalak Hanya dapat pendamku dengan kepala tertunduk Rasa semula biasa kini terus memuncak Dengan serasa sinar yang terus berufuk Pancarkan sinar cintanya hingga merasuk Walau tak membias buat hati serasa menusuk Namun di ketinggian hati ini menampak Oleh pesona mu yang kian cantik Oleh indahmu walau hanya di pucuk Tapi yakinku kau lah yang terbaik Ditaman yang penuh terurai bunga anggrek Bunga dengan warna terpancar di kelopak Warna yang kadang terpandang unik Hati ini menggebu tergoda untuk memutik Namun sayang karna terurai dengan lentik Hati ini pun merajuk Tapi ini jua dari hati berbijak Yang tak ingin juga melonjak Jua dikata membesar pasak Walau masih tanda tanya apakah ku menamak Kau dari hatiku yang kurujuk Kau untuk asa yang kubujuk Kau hatimu ku busur menombak Semua ini dari hati yang berkehendak Andai tangan ini berkarisma layaknya Khalil Gibran Tak kan terhenti ku tulis keindahanmu Namun menulis perasaan ku di sini itulah cukup