HATI YANG BERKEHENDAK
Oleh Elinady Dzar Al-Ghifari
Diri menghadap kemana hati berharap
Indah tercipta mengukir kata
Untaian kata berbaris mesra
Menyibak semua isi jiwa
Pejamkan mata mencoba meraba
Indahnya cinta tak kan binasa
Hapuskan lara jika kau merasa
Tepiskan sepi tanpa merana
Hai dinda
Dengarlah bisikan lembut ini
Dari hati yang selalu merindu
Pejamkan mata rasakan di jiwa
Biarlah cinta yang kan bicara
Saat indahmu ku jadikan sebuah tajuk Tajuk kata memuisi berasal dari benak
Raga terbawa tersapu dalam ombak
Gelombangnya yang beriak-riak
Yang namun membawa arah berbalik
Kadang juga hati ini penuh kritik Karna asa harap ini serasa tak bertepuk
Karna hangat aura itu tak dapat ku peluk
Hanya dapat pandangku dengan mata terbelalak
Hanya dapat pendamku dengan kepala tertunduk
Rasa semula biasa kini terus memuncak Dengan serasa sinar yang terus berufuk
Pancarkan sinar cintanya hingga merasuk
Walau tak membias buat hati serasa menusuk
Namun di ketinggian hati ini menampak
Oleh pesona mu yang kian cantik
Oleh indahmu walau hanya di pucuk
Tapi yakinku kau lah yang terbaik
Ditaman yang penuh terurai bunga anggrek
Bunga dengan warna terpancar di kelopak
Warna yang kadang terpandang unik
Hati ini menggebu tergoda untuk memutik
Namun sayang karna terurai dengan lentik
Hati ini pun merajuk Tapi ini jua dari hati berbijak
Yang tak ingin juga melonjak
Jua dikata membesar pasak
Walau masih tanda tanya apakah ku menamak
Kau dari hatiku yang kurujuk Kau untuk asa yang kubujuk
Kau hatimu ku busur menombak
Semua ini dari hati yang berkehendak
Andai tangan ini berkarisma layaknya Khalil Gibran
Tak kan terhenti ku tulis keindahanmu
Namun menulis perasaan ku di sini itulah cukup