🪷 Bijaksana

HATI NAN KALUT

Oleh Supriyono

Langit nan cerah Tengah lengser menuju ke peraduan Bergantilah mega merah Bersinergi dengan mendung kelabu yang berjajar rapi Semua gulita semua rancu Tanah terasa begitu landai Angin pun tiada berhembus Gelap dan gelap kini begitu luas terhampar Semua buta semua terpejam Kering semua oasis kehidupan Kacau balau fikir saling beradu Sayup-sayup jeritan terasa membahana Semua haru semua terpaku Suara Gemuruh bak alunan simfoni ketakutan Derah angin dalam menusuk relungbak selimut hati yang dingin nan membeku Semua senyap semua membatu Kekalutan hati kian memekik, semua tak ber asa Bak matahari yang tertutup awan nan gelap Begitupun akan terjadi dengan mata ini Setiap hari hanya akan ada hujan, hujan, dan hujan.