🪷 Bijaksana

GUGURNYA KELOPAK ITU

Oleh Annisa Azzahra

Tunas itu mulai bertambah Sekian lama tertanam di pelosok gentian Mencalar robek sinar mentari Walau halangan datang menerpa Tunas itu mula berkembang Kembangnya sekuntum mawar Bagai siputeri bangkit beradu Walau saingan menyerang tiba Lembut tubuh bersalut duri Membangkit cemburu isi sang flora Menzahir gurun takut sang fauna Hanya si kumbang gagah tiada gentar Ibu . . . Dikaulah mawar itu Yang kupujai tiap waktu Yang ku rindu wajahmu Yang ku kagumi ketabahanmu Cekal hati mendidik daku Sabar murni melayan kerenah anakmu Tiada kedengaran sepatah keluhan Tiada kemarahan setitip kemarahan... Kini mawar itu pun layu Perlahan dimamah arus usia Gugur sudah si ayu kelopaknya Hilang sudah lambaian daunnya Segamit memoriku kenangi . . Setulus kasih ku dambai . . . Potret wajahmu ku tatapi   . . Sebuah kehilangan yang tiada ganti . . . .