GUGURNYA KELOPAK ITU
Oleh Annisa Azzahra
Tunas itu mulai bertambah
Sekian lama tertanam di pelosok gentian
Mencalar robek sinar mentari
Walau halangan datang menerpa
Tunas itu mula berkembang
Kembangnya sekuntum mawar
Bagai siputeri bangkit beradu
Walau saingan menyerang tiba
Lembut tubuh bersalut duri
Membangkit cemburu isi sang flora
Menzahir gurun takut sang fauna
Hanya si kumbang gagah tiada gentar
Ibu . . .
Dikaulah mawar itu
Yang kupujai tiap waktu
Yang ku rindu wajahmu
Yang ku kagumi ketabahanmu
Cekal hati mendidik daku
Sabar murni melayan kerenah anakmu
Tiada kedengaran sepatah keluhan
Tiada kemarahan setitip kemarahan...
Kini mawar itu pun layu
Perlahan dimamah arus usia
Gugur sudah si ayu kelopaknya
Hilang sudah lambaian daunnya
Segamit memoriku kenangi . .
Setulus kasih ku dambai . . .
Potret wajahmu ku tatapi . .
Sebuah kehilangan yang tiada ganti . . . .