🪷 Bijaksana

GERSANG

Oleh Suriyanto

Hati yang Gersang Perpijak ditanah Yang Penuh Dengan Onak Setiap Kali langkah kaki ini, terluka dan Berdarah Kian Lama kian menjadi beku dan batu. Ke mana akan ku arahkan suara ini. Ditanah Gersang yang bagai tidak berpenghuni Walau Suaraku bagaikan Petir disiang hari Namun Wajah lugu dan Bak Bayi tidak perduli Luka hati kian menusuk Sanu bari Namun Bumi Gersang tidak pernah perduli Akan hanya jadi lilin menerangi gelapnya malam hari Menerangi sekiling, diri terbakar, tiada yang sadar. Meronta hati ditangah Gersang. Kian Menjadi dan membentuk perilaku perilaku Yang Tidak berbudaya dan tidak bepekerti Bisu dan Tuli.....................