🪷 Bijaksana

FENOMENA PERTEMUAN

Oleh Ana Samrotul Inayah

Pandangan pertama yang kulihat adalah barisan gigimu yang lucu Dari kejauhan yang samar dan mengharu biru Seraya kubalas dengan semburat keikhlasan pipi yang berliku Dan derap langkah yang mendekat penuh tanda seru Kemudian…Kau semakin berjalan cepat memimpinku Aku mengikuti suara pertamamu Tak banyak tanya aku hanya menurut dan mempercayaimu Sampai tiba ditempat yang kita tuju Kemudian…Kau bertanya indah, mau apa? Mau apa? Kataku Iya, mau apa? Ah seterah saja, balasku Loh ko terserah? Pilih saja Ya sudah ini saja, tunjukku Kemudian…Pertemuan ini adalah perdana Ibarat sedang membuka hadiah yang besar dan langka Kau dan aku kurang sedikit menyambung sepertinya Tapi tetap kita nikmati saja Karena ini adalah kejadian yang luar biasa Tak diduga Tak disangkaKemudian.. Hanya saja kenapa cepat berlalu? Apakah hanya segitu waktu untuk bertemu? Mengapa waktu tak berhenti saja kala itu? Agar kita tetap bersatu Kemudian…Ah untuk kali ini, tak ada kemudian lagi Kita harus berdiri Mengecap kekecewaan dari detik yang tak berhenti berlari Dan senyuman menutup pertemuan perdana ini Diiringi dengan seonggok besi yang terus berjalan memutuskan jarak yang indah tak tertandingi Selamat jalan.. Semoga kita sekawan.. Sehati senada sebelenggu tangan.. Dalam kidung doa yang semakin dalam.. Dari pagi sampai malam.. Dari sebuah kotak yang berlagam.. Kita dipersatukan indah…

Puisi Lainnya

PENGGAMBARAN UNTUKMU Oleh Ana Samrotul Inayah