🪷 Bijaksana

EPILOG 2014

Oleh Yuli Nurul Fitriana

Riuh bergema terdengar bersahutan Bak seorang aktris yang sedang tenarnya Namamu ada disetiap antero jagad rayaDisebut, Bahkan tak jarang dihujat banyak orang Kau terletak diantara deretan aksara lainnya Mengapa harus engkau? Sebenarnya akupun enggan Namun Tuhan berkata kaulah pelindung hari dan malamku Delapanbelas tahun sudah terlewatkan Kau menjalankan tugas dengan begitu apiknya Darimulah menjelma gadis-gadis cantik nan rupawan Tanpa sadar, kehangatan cinta mulai menyelinapCanda,Tawa, Hanya itu senandung pengiring keluarga kecil kita Epilog 2014, Perbedaan dan pertentangan begitu jelas terasaBergejolak, Bagai dihantam halilintar, Kemudian diguyur badai hujan Ada apa dengannya? Kalau bosan, bilang saja! Agar lekas kita akhiri permainan ini Cepatlah…Ingin kucabut segera predikat “pelindung” darimu Dan kuberi padanya : Orang yang lebih pantas Orang yang sering kupanggil manja dengan sebutan “Ayah”Yang selalu mencinta dalam diamnya Dia yang setia menemani meski dalam titik terendah peri kecilnya Sudikah kau menjadi pelindungku, Ayah?

Puisi Lainnya

SETIAP INCI CINTAKU Oleh Yuli Nurul Fitriana