EPILOG 2014
Oleh Yuli Nurul Fitriana
Riuh bergema terdengar bersahutan
Bak seorang aktris yang sedang tenarnya
Namamu ada disetiap antero jagad rayaDisebut,
Bahkan tak jarang dihujat banyak orang
Kau terletak diantara deretan aksara lainnya
Mengapa harus engkau?
Sebenarnya akupun enggan
Namun Tuhan berkata kaulah pelindung hari dan malamku
Delapanbelas tahun sudah terlewatkan
Kau menjalankan tugas dengan begitu apiknya
Darimulah menjelma gadis-gadis cantik nan rupawan
Tanpa sadar, kehangatan cinta mulai menyelinapCanda,Tawa,
Hanya itu senandung pengiring keluarga kecil kita
Epilog 2014,
Perbedaan dan pertentangan begitu jelas terasaBergejolak,
Bagai dihantam halilintar,
Kemudian diguyur badai hujan
Ada apa dengannya?
Kalau bosan, bilang saja!
Agar lekas kita akhiri permainan ini
Cepatlah…Ingin kucabut segera predikat “pelindung” darimu
Dan kuberi padanya : Orang yang lebih pantas
Orang yang sering kupanggil manja dengan sebutan “Ayah”Yang selalu mencinta dalam diamnya
Dia yang setia menemani meski dalam titik terendah peri kecilnya
Sudikah kau menjadi pelindungku, Ayah?