🪷 Bijaksana

DUA MALAM BERSAMAMU

Oleh Konk

Kunikmati alurmu, kusut dan gelisahsepi menambah kemurkaanjalan berlubang bukan impianrequiem melayang-layangmengitari ubun-ubun para pemolesgelap malam. Senyum sesekali tersunggingmamaksa langkahmengusung harapan pada peristiwakecemasan simbul kasih dan sayangyang terlanjur mengguratpada rautmu dan wajah malam Kau rebahkan gelisahmuwalau sejenaktelah ku temukan relief-reliefdalam rimba-rimba kesunyian malam Tikar yang menafsirkan air matamujaket basah selimut anganmudoa-doa tak akan putus mengalirdari bibirmu -untuk dia yang diharapkan-Di malam inisaatnya kita memahami raut sendirikocar-kacir dalam kaca pintu ICCU jalan-jalan kota, lampu stopan slogan-slogan, bahkan lantai lobi rumah sakit Menangislah nimas, lepaskan penatmurebahkan gelisahmuakau selalu memelukmu, mendekapmu danmengeja abjad-abjad namamu dalam doaku. Konk : Solo-Sukoharjo, Januari 2006