🪷 Bijaksana

DOA SEORANG SERDADU SEBELUM BERPERANG

Oleh W.S. Rendra

Tuhanku, Wajah Mu membayang di kota terbakar dan firman Mu terguris di atas ribuan kuburan yang dangkal Anak menangis kehilangan bapa Tanah sepi kehilangan lelakinya Bukannya benih yang disebar di bumi subur ini tapi bangkai dan wajah mati yang sia-sia Apabila malam turun nanti sempurnalah sudah warna dosa dan mesiu kembali lagi bicara Waktu itu, Tuhanku, perkenankan aku membunuh perkenankan aku menusukkan sangkurku Malam dan wajahku adalah satu warna Dosa dan nafasku adalah satu udara. Tak ada lagi pilihan kecuali menyadari -biarpun bersama penyesalan- Apa yang bisa diucapkan oleh bibirku yang terjajah ? Sementara kulihat kedua lenga Mu yang capai mendekap bumi yang mengkhianati Mu Tuhanku Erat-erat kugenggam senapanku Perkenankan aku membunuh Perkenankan aku menusukkan sangkurku Mimbar Indonesia Th. XIV, No. 25 18 Juni 1960

Puisi Lainnya

AKU TULIS PAMPLET INI Oleh W.S. Rendra SAJAK BULAN MEI 1998 DI INDONESIA Oleh W.S. Rendra SAJAK JOKI TOBING UNTUK WIDURI Oleh W.S. Rendra SAJAK S L A Oleh W.S. Rendra SAJAK SEORANG TUA DI BAWAH POHON Oleh W.S. Rendra