🪷 Bijaksana

DIKOLONG ISTANAKU

Oleh Ricky Patabang

Ditengah kebisingan kota Ada aku disini Ada aku yang duduk diatas bebatuan halus Ada aku yang terbaring dibawah injakan setiap makhluk Terik matahari adalah sahabat sejatiku Setiap jalanku dipinggir mobil mewah Dia selalu menghangatkanku untuk tetap kuat Meminta sisa kepada yang lebih Tak ada yang mempedulikanku Apa mereka terlalu mencintai sekarung emas? Atau mungkin orang besar itu sangat benci melihatku? Melihat duniaku yang penuh dengan tumpukan debu kasar Setiap senja tiba Kumulai membuka mataku yang bertumpuk dengan harapan palsu Setiap yang kecil hinngah yang besar Selalu menghiasi kekosongan mataku Mereka tak mau menolehku saat aku mengemis sisa harta dari orangtua mereka Simanja itu membuat hatiku terbakar benih-benih keirian Kuingin menyobek seragam yang mereka banggakan itu Apa dunia ini tak mau melihatku tersenyum? Tak mau mengucapkan kata selamat kepadaku? Hanya 1 jiwa yang dapat kuharapkan lagi Jiwa bagi mereka yang duduk tenang dikursi orang-orang besar ituTapi, Mungkin mereka terlalu mencintai kursi itu Hinggah mereka tak mau bergerak bebas untuk melihatku Melihatku yang bermandikan darah Bekas tepukan nyamuk yang mengisap penderitaanku Asaku tak kan pernah padam Citaku tak kan pernah roboh Tapi kuyakin Mimpiku takkan selamanya menjadi mimpi Namun setiap nyanyianku dipinggir jalan Kan membuatnya menjadi nyata