DIKOLONG ISTANAKU
Oleh Ricky Patabang
Ditengah kebisingan kota
Ada aku disini
Ada aku yang duduk diatas bebatuan halus
Ada aku yang terbaring dibawah injakan setiap makhluk
Terik matahari adalah sahabat sejatiku
Setiap jalanku dipinggir mobil mewah
Dia selalu menghangatkanku untuk tetap kuat Meminta sisa kepada yang lebih
Tak ada yang mempedulikanku
Apa mereka terlalu mencintai sekarung emas?
Atau
mungkin orang besar itu sangat benci melihatku?
Melihat duniaku yang penuh dengan tumpukan debu kasar
Setiap senja tiba
Kumulai membuka mataku yang bertumpuk dengan harapan palsu
Setiap yang kecil hinngah yang besar
Selalu menghiasi kekosongan mataku
Mereka tak mau menolehku saat aku mengemis sisa harta dari orangtua mereka
Simanja itu
membuat hatiku terbakar benih-benih keirian
Kuingin menyobek seragam yang mereka banggakan itu
Apa dunia ini tak mau melihatku tersenyum?
Tak mau mengucapkan kata selamat kepadaku?
Hanya 1 jiwa yang dapat kuharapkan lagi
Jiwa bagi mereka yang duduk tenang dikursi orang-orang besar ituTapi,
Mungkin mereka terlalu mencintai kursi itu Hinggah mereka tak mau bergerak bebas untuk melihatku
Melihatku yang bermandikan darah
Bekas tepukan nyamuk yang mengisap penderitaanku
Asaku tak kan pernah padam
Citaku tak kan pernah roboh
Tapi kuyakin Mimpiku takkan selamanya menjadi mimpi
Namun setiap nyanyianku dipinggir jalan
Kan membuatnya menjadi nyata