🪷 Bijaksana

DI BALIK TANGISAN PALESTINA

Oleh Murni Oktarina

Kumandang subuh basuh luka-luka panjang Kini lukisan langit pagi kembali menjelang Kuncup kusuma satu demi satu telah mengembang Hapus sisa tangis semalam yang masih menggenang Di tanah suci, barisan tragedi terjadi Darah dan airmata menjadi sebuah saksi Ribuan nyawa yang hilang membekas bukti Betapa penderitaan menusuk-mengoyak sanubari Palestinaku, di sudut mana lagi lahirkan kedamaian? Semua tempat dirampas paksa penuh kebiadaban Mortir beterbangan, peluru dilesatkan Jerit tangis rakyatmu telah menjadi elegi perjuangan Lihatlah! Puing bangunan menyatu bersama tubuh tak bernyawa Menjadi seorang martir demi Al Quds tercinta Melawan kekejaman zionis Israel sepenuh jiwa Dengarlah! Gema takbir dan tangisan wanita Palestina bertalu-talu Dentuman bombardir, tembakan rudal menyerbu Jeritan anak-anak tak berdosa sesakkan dada memilu Berjuanglah! Meski genosida mengikis sedikit demi sedikit nadi rakyat bertuah Lalu memerahkan tanah Gaza dengan darah bersimbah Hingga menghapus Palestina dari peta-hilangkan sejarah Lalu di mana kita? Kita tidur enak,  makan enak, beribadah penuh ketenangan Tak perlu menahan lapar, haus, kesakitan,  kehilangan Tak perlu melihat genangan darah,  mendengar dentuman bom, atau nyawa yang 'terbunuhkan' Lalu apa yang kita lakukan? Katamu; Ah, kita saja masih hidup dalam kesusahan Kata kalian; Ah, negeri kita saja masih ada masalah yang belum terselesaikan Kata mereka; Urusi saja negerimu sendiri yang pemerintahannya memprihatinkan Ah,  Palestinaku.. meski darah dan airmata terus-terusan tumpah mendera Meski nyawa-nyawa kecil direbut paksa dari dekap sang ibunda Kelaparan dan kehausan dijalani tiada gentar laksana jalinan aksara Kesakitan dan kepedihan menjadi titik kekuatan menghalau aleksia Allahuakbar! Allahuakbar! Allahuakbar! Bibir kelu merapal takbir; lawan wisa zionis yang mengetuk pintu sanubari Memantik api takwa-membakar semangat juang 'tuk merebut kembali tanah suci "Bebaskan tanah kami! Kembalikan tanah kami! Baitul Maqdis milik kami!" Palestinaku.. tak akan menyerah pada durjana! Lindungi Masjid Al Aqsa dari tangan kotor Yahudi sekuat tenaga Selamatkan Baitul Maqdis dari konspirasi rezim zionis merajalela Kembalikan nyawa dan darah yang tertumpah di sana Allahuakbar! Allahuakbar! Allahuakbar! Ketika tanah bersaksi atas pertumpahan darah menggenanginya Ketika langit bercerita tentang genangan airmata Sesungguhnya di balik tangisan Palestina telah tersimpan surga-surga Ya Waliyy.... Lindungilah Palestinaku dari gulungan nestapa nan melemahkan Kembalikan sakinah ke dalam ribaan Al Aqsa penuh kesafaan Hingga serpihan luka telah diterbangkan angin, melebur ke tengah lautan Ya Qawiyyu.... Kuatkanlah mereka hingga kelak Isrofil meniup sangkakalanya Lalu Engkau kumpulkan semua makhluk di tanah suci Palestina Dan tiada lagi penderitaan mewarnai keabadian bahagia Palembang, 17 Juni 2017

Puisi Lainnya

DOA SANG 'HAMBA JALANAN' Oleh Murni Oktarina KENANGAN UNTUK SAHABAT Oleh Murni Oktarina TERISTA TAK BERUJUNG Oleh Murni Oktarina RENJANA SEMU Oleh Murni Oktarina PERPISAHAN Oleh Murni Oktarina