🪷 Bijaksana

DAWAI TANPA NADA

Luka-luka ini semakin lebar menganga Darahnya telah mengering, tetapi dalamnya semakin tak terhingga Larva-larva mulai tumbuh dan berkembang menjadi belatung, menggerogoti satu demi satu kewarasanku Memusnahkan nada Membentuk dawai-dawai satir yang menyayat Aku sudah lelah Letih bila harus terus berkutat dengan sabar yang digadang-gadang ribuan orang sebagai obat termujarab luka-ku  ini Penat yang terus membayangi, membawaku  ke dalam sebuah wilayah dimana penghentian pengharapan adalah sarat utama akuisisnya DISTRIK KEPUTUS-ASAAN Baiklah ! Aku menyerah ! Akan kukibarkan bendera putih yang mungkin selama ini kau inginkan. Bendera putih tanda penyerahan itu akan ku tancapkan tepat di jantungku Sesaplah darah yang mengucur daripadanya Agar kau tau, betapa pekat kepedihan yang terkandung di dalamnya Tuhan, ijinkan armada karma membumi hanguskan dunianya Kelam yang menjajahnya hanya akan menjadi sepersekian persen dari kegelapan yang telah lama membungkamku Biarkan ia tenggelam Tenggelamkan ia dalam kedalam samudra yang mendalam Percayalah padaku Tuhan Bukan aku menaruh dendam kepadanya Yang ku inginkan hanya sebuah penyucian dosa Pemutihan jiwa Berupa karma yang tak terbayangkan... 29 oktober 2011 Ketika bahagia sudah enggan memihak kepadaku, aku akan menyerahkan semuanya kepada Tuhan GYGY.

Puisi Lainnya

INI SEPERTI TANPA KATA YANG BERCERITA... RINDU YANG TERBELENGGU PENYEMANGATKU TERUS MELANGKAH HASRAT SEMALAM