DARI PEREMPUANMU DULU
Oleh Vury Ariantika
Lagi lagi bias putih
Sekali lagi bayangan semu
Dari prolog hingga akhir yang tak kunjung usai
Aku hanya menanti cahaya Itu dia kamu
Tapi entah
Hanya buaian angin yang kau hiraukan
Sekedar kicauan burung kau pedulikan
Duri mawar pun kau rela menahan
Hay lelaki hebat
Lihatlah sesosok yang menanti mu
Dekaplah aku ini
Jangan kau berpaling
Karena yang lain, yang lebih indah
Tau kah kau, wahai tuan muda
Ada wanita yang selalu mendoakanmu
Perempuan yang jauh dari mu
Yang dulu pernah kau sebut sayang
Namun kini kau buang, dan kau lupakan
Akankah kamu mengingat kita yang dulu
Semoga ini bukan hanya buaian saja