🪷 Bijaksana

CAHAYA DI ATAS CAHAYA

Oleh Arshya Kyran

Jiwaku ingin menyatu kembali Dengan Jiwa-Mu yang kucintai Namun aku harus menanti, Dalam kelana kefanaan duniawi Tiada jenuh Engkau menghiburku Kendati itu sebatas Senyum Sempurna yang mampu tersimpul Dan kulihat di ruang relung kalbu Tuhan,.. Di setiap perjalanan waktu, Tak lekang kurasakan Ada-Mu Kala Engkau mendekat dan memeluk tubuhku Aku memuja-Mu dengan Ilmu-Mu, Bukan karena mengharap Surga Ataupun takut kepada Neraka Sebab, kupahami memang inilah Sebenarnya arti tujuan Engkau menghidupkanku Kunikmati Suci Cinta Kasih-Mu dalam kesendirian ini Dengan Iman, dengan Rasa, juga Suara Agung-Mu Biarlah rindu ini hidup di dasar hati Menunggu hingga waktu Takdir-Mu menyapa Sampai Aku menemui apa itu '' Tuhan '', Dan apa yang Dia cintai dari sekeping hati ini Telah ku Sempurnakan Nama-Mu, Lihatlah begitu indah di lubuk hati Meskipun lidahku takkan pernah Bisa sempurna menyebut Nama-Mu, Dan perpisahan Kita di dunia ini Tak mampu menghalanginya sama sekali Suatu saat nanti Bila Kita menyatu kembali, Akan kubacakan puisi ini Di hadapan-Mu Wahai Maha Esa Dan bila tidak, kan kuserukan Sajak ini kepada seluruh nabi-nabi utusan-Mu, Atau kepada Seluruh Malaikat Yang senantiasa mentaati-Mu di semua penjuru tingkatan langit Aksara-aksara ini hanyalah Suara Kerinduanku kepada-Mu Jiwaku sekarang tak bernama jiwa lagi Melainkan 'Cahaya Di Atas Cahaya' Yang bertahta di atas kalimat 'Keabadian Cinta' Tuhan,.. Aku sangat merindukan-Mu Maafkan aku yang tak mampu Sempurna dalam mencintai-Mu

Puisi Lainnya

SESALKU (TERLAMBAT MENCINTAIMU) Oleh Arshya Kyran CINTA TERBALAS DUSTA Oleh Arshya Kyran MENUNGGUMU Oleh Arshya Kyran BETAPA AKU MENCINTAIMU Oleh Arshya Kyran CINTA RAHASIA Oleh Arshya Kyran