🪷 Bijaksana

BUNGA TERAKHIR

Oleh Uswatun Hasanah

Ketika buih terdaftar dalam buku pelajar Rinai bagia mulai terpancar Dalam lubuk terdalam hati yang berbinar Aku sang petuah dalam aljabar Ingin mengingatkan pada mata Bahwasanya pertemuan dalam berkisah Akan ada akhir dalam bercerita Pagi ini aku lukiskan tempat berpijak pertamaku Dengan kelopak yang sayu dan pikir yang maju Aku terasa asing bermula disini Namun hati menguatkanku Bahwa ada inovasi dan pencerahan yang terngiang di tengkorak kepalaku Ku mulai majukan langkah dengan keraguan Ku mulai menyeret batok pikirku ke seluruh ruang sekitarnya Ada beda disekelilingnya Ada rona kebahagiaan bermula disana Aku menyukainya amat menyukainya Berjalan dengan putaran nada dasar Hasratku terus menggeming mendengarkan irama demi irama yang terlontar dari cibiran orang yang tanpa tanda jasa itutersenyum karena lakunya yang konyolteriris karena kesinisan katatergerak karena kebijaksanaandan terpaku karena ambisi terlalu tinggi Hahhhhh,,, anehhhhhhhaku mulai sakit ketika akhir dari putih abu kuaku tak bisa berhenti dengan properti kostum aneh iniaku membencinya namun lebih mencintainyasayangnya ini harus berakhir dengan kisah yang takku tahu bahagia atau berdukadan untukmu permaisuri dan pangeran bangsa yang ada disiniku ingin tuliskan di lembar zamankau mahluk terbaik di fana hingga ke akhirat sana

Puisi Lainnya

KAMU KAMU DAN KAMU Oleh Uswatun Hasanah