🪷 Bijaksana

BISIKAN SUNYI

Oleh Gatra Aksara

Wahai Hati,.. Tenanglah, barang sebentar Karena malam telah perkasa datang memeluk separuh raga bumi Dengarkan Dia melantunkan lagu-lagu kefanaan Tanpa beban, bebas mengarungi 8 arah penjuru mata angin Laksana burung bul-bul terbang kesana-kemari di antara lembah-lembah Menggemakan kicau suka-cita yang di abadikan bunga-bunga Convallaria Majalis Wahai Hati,.. Diamlah, barang sebentar Sebab Bisikan Sunyi telah merangkai nada-nada krusial dari suara kehidupan Seusai angin-angin memetik 1 per 1 senar dawai hati para manusia pencinta Dan ketika Sang Takdir selesai melaksanakan perintah-perintah Tuhan tentang bab kematian Wahai Hati,.. Renungkan, barang sebentar Karena aku merasakan engkau juga dapat berfikir Seperti Gunung Lawu yang tetap tenang di tempatnya, Di dalamnya menyimpan rahasia-rahasia sejarah dan perjuangan pahlawan Wahai Hati,.. Paparkan kepadaku tentang 2 Putra Keheningan; Kerinduan dan Kegelisahan Dirimu dan Mereka bagai 3 Serangkai Abadi Tak terpisahkan oleh waktu bahkan Sang Takdir sekalipun Aku merasakan,.. Kerinduan selalu menguatkan Cinta Dalam hal, kala sebuah rasa cinta itu sendiri diterima dan ditolak Dan meski rasa cinta itu berada dalam jalur ketidakpastian Di dalam kerinduan engkau berbicara dengan jiwaku Sejelas-jelasnya, dengan bahasa lugas tanpa batas dari Bisikan Sunyi Mengalir tulus memercikan harapan-harapan dan kebahagiaan Laksana Rahmat Tuhan melalui perantara Sungai Nil dan Eufrat Dan merangkum; 'Bahwa Cinta bukan segalanya, melainkan Tuhanlah Yang Utama' Aku merasakan,.. Kegelisahan setia menopang lukaku Dari sayatan pisau lidah wanita-wanita yang pernah mencintaiku Dan diterjemahkan menjadi puisi melankolis penuh kedalaman makna Dan disentuh dengan terang tanpa transparan oleh kata-kata kejujuran dari air mata Lalu setiap dukaku mendengar Dia berkata; 'Masa Lalu tidak hanya memberikan pahit, ia adalah pembimbing hatimu yang mengajarkan pentingnya arti sebuah kesetiaan' Dengannya, kini aku bangkit dari masa lalu hitamku Merantai dan Menghidupkan kembali Masa Depanku yang sempat meredup karena lidah-lidah picik manusia-manusia pendengki Wahai Hati,.. Tenanglah, dalam bisikan sunyi Karena sunyi adalah waktu yang paling aku cintai Dimataku, Dia jauh lebih berharga dari emas batangan sepenuh bumi Dia adalah Syair Tuhan yang paling menyentuh jiwa dibacakan oleh gelap malam Dan di pahami daratan dan lautan Wahai Hati,.. Tenanglah, dalam bisikan sunyi Karena Alam Semesta selalu memuji Tuhannya Dia akan senantiasa mengutarakan cinta kepada makhluk-makhluk-Nya Seperti Hujan yang begitu dalam mencintai Bumi Yang begitu taat menyampaikan amanat Tuhan Wahai Hati,.. Tenanglah, dalam Bisikan Sunyi Di dalam Kesunyian, aku menemukan kehidupan baru Bebas dari perkataan dusta dan kesombongan Murni dari kejahatan dan kesalahan Wahai Hati,.. Sejak aku mengenal tentang Pujian Aku tahu, itu akan melenakanmu Dan semakin melemahkanmu terhadap kebaikan Maka akalku selalu berusaha jauh-jauh menyingkirkannya Agar engkau tidak menjadi Rumah bagi Setan Ketahuilah, Wahai Hatiku,.. Orang-orang yang tidak mengerti makna pujian Ia akan selalu mencarinya dengan berbagai cara Meskipun harus mengorbankan kehormatan dan harga dirinya Sampai-sampai terdapat julukan terkemuka 'Gila Pujian' Wahai Hati,.. Tenanglah, dalam bisikan sunyi Meskipun dalam iringan musik metal yang lirih membangkitkan semangat jiwa Aku tidak ingin engkau menjadi rumah bagi kesombongan Dan peristirahatan bagi kemunafikan dan kedengkian Engkau diciptakan Tuhan sebagai Rumah-Nya Sebelum Jiwa yang hina ini berlalu pergi dari dunia Wahai Hati,.. Tenanglah, dalam Bisikan Sunyi Sebelum fajar mengutus matahari menerangi bumi Setelah Kehidupan membacakan babak baru kepada tiap-tiap diri manusia Ketika rasa galau ini menguasai diriku dengan bertajuk 'Dilema Bisikan Sunyi' Kala senja tetap setia menunggu di ufuk barat untuk esok harinya Wahai Hati,.. Apa yang ingin engkau katakan? Maka katakanlah kepadaku Karena engkau adalah milikku Terus teranglah dalam Bisikan Sunyi Karena Bisikan Sunyi adalah duta yang paling utama Untuk menyatukan Cinta dan Rindu Bisikan Sunyi membimbing Jiwaku condong kepada keramahan dan kelembutan Dan mematahkan konsep dendam kesumat dan amarah Wahai Bisikan Sunyi,.. Dengarkan Jiwaku Aku takkan pernah menukarkanmu dengan guruh Bila yang terbaik sudah hadir mengapa aku harus mencari yang tak jelas? Seperti lautan yang senantiasa cinta kepada ombak-ombaknya Dan seperti Burung Camar yang mencintai sepenuh hatinya kepada Sang Samudra Wahai Bisikan Sunyi,.. Dengarkan Jiwaku Kehadiranmu laksana Kekasih Abadi bagi Jiwaku Engkau bagai Perempuan berhati Purnama Penuh Kasih Mesra dan tak pernah menghianatiku Meski Bintang-Bintang Keramaian silih berganti menggodamu Namun engkau te

Puisi Lainnya

KEKATA HATIKU KEPADAMU Oleh Gatra Aksara TANYA?, KENAPA? Oleh Gatra Aksara (SALAM) CINTA SUCI Oleh Gatra Aksara BUKAN CINTA BIASA Oleh Gatra Aksara DUKA CINTA Oleh Gatra Aksara