🪷 Bijaksana

BISIKAN LEMBUTKU

Oleh Putri Nur Azizah

Kemaren, 5 April 2014Ku-rasakan kembali secuil kebahagiaan Sesuatu yang begitu kuhindari Sesuatu yang sebenarnya aku inginkan dan ku rindukan Tak ada yang tau bagaimana perasaanku waktu itu Kembali merasakan belaian dari seorang yang sangat aku sayangi. Beberapa bulan lalu.. Kau mengucap ‘ maaf ’ padaku Serasa dalam drama Aku melihatmu dari belakang Sungguh. aku ingi memelukmu Kau tau ? Aku menangis Selalu menangisSendiri Selalu sendiri Aku butuh satu orang Hanya satu Untuk menjadi sahabat Bukan sekedar teman saat butuh Tapi teman untuk selamanya Aku pernah merasakan hal itu Ku manfaatkan waktu ku untuk berdua dengannya Sebelum les masuk Masih ada 2 jam Bagiku itu hal yang indah Aku jadi diriku sendiri bersamanya Bercerita banyak hal Hingga sekarang kami masih dekat Namun sudah berbeda Tak seperti masa les dulu Aku pulang dulu dan dia juga Aku ingin mengulang masa itu Saat aku bersamanya dan melewati masa indah Apa dia sahabatku Apa dia menganggapku sahabat Aku mencoba baik dan menjadi teman nya saat dia membutuhkanku Kepada siapa aku akan mengadu ? Kepada siapa aku akan bebicara Untuk meringankan beban yang aku pendam Sendirian Sungguh aku tertekan Siapa ? Ibu ? Aku terlalu lemah untuk berbicara padanya Lemah mendengarkan amarahnya Lemah berbagi cerita Lemah mendengar nasihat lembutnya Aku juga terlalu cengemg untuk mendapat kasih sayang darinya Entah perasaan apa itu Aku menghindari pelukan Aku menghindari ciuman Aku menghindari belaian Dari seorang ibu Itu semua ada alasannya Kenapa ? Karena aku tidak kuat dengan semua itu Air mataku tumpah Tidak mungkin aku menangis di hadapannya Aku terlalu sering menangis Kembali menjadi anak cengeng seperti saat masih kelas 3 SD Ya Allah... Hadirkan seseorang dalam hidupku Hanya satu yang ku butuhkan Untuk mencurahkan isi hatiku Untuk meringankan beban hatiku Selama ini aku hanya menulis Menuli dan terus menulis Kenapa ? Karena aku ingin lari dari semuanya Ingin bercerita pada benda mati Dengan gerakan tangan pada Keyboard Belum cukup bagiku untuk ini semua Aku butuh teman Teman yang benar benar teman Bisakah kau mengabulaknnya ya Allah ? Belaian ibu beberapa waktu lalu Membuatku rindu akan masa lalu Saat kau masih menggendongku Saat kau masih sering memelukku Saat kau masih sering menciumku Aku rindu Benar – benar rindu Hangatnya pelukanmu Lembutnya belaianmu Lakukan lagi BuI Love You