🪷 Bijaksana

BIAR

Oleh Chasi L.

Tidakkah bisa dibedakan Antara titik embun dan butiran hujan Tatkala gerimis dengan lembutnya Menghabisi pagi yang berasa Gerimis yang membawa kesakitan Di tiap-tiap dingin nyawanya Gerimis yang dengan angkuhnya Menjadi raja bagi kelemahan Ia mengurai desis kebohongan Menusuk ratusan telinga peka Tahukah engkau wahai gerimis..? Embun pagi tak menginginkan sanjungan Ia hanya ingin kau bijak Tak perlu kau menekan keberadaannya Bila mata melihatnya sebagai kesejukan, maka biarkan..! Bila pun dianggap sebagai bawaan nasib, biarkan..!