BERDASI TAK BERHATI
Oleh Zul Efhendy
Demikian para dermawan sudah tidak memiliki hati.
Kehidupannya laksana lintasan gelap dan anarki.
Bersikap sombong tanpa iba dan nurani.
Berjalanpun tanpa menatap kanan kiri.
Padahal disana ribuan raga tak bergajih.
Melulu lapar menahan pedih.
Menatap tuan tuan yang tegap dan bersih.
Melewati mereka tanpa belaskasih.
Merekalah sang petinggi yang kaya.
Hidup mewah bergelimang harta.
Beda dengan mereka yang disana.
Kurus keriput terbiasa sengsara.
Dalam diam mereka mengutuk keadilan.
Mengapa si berdasi tak punya rasa kasihan?
Sebuah rambu telah memberi jawaban.
Karena peraturan tak mencantumkan kemiskinan