🪷 Bijaksana

BENCANA

Oleh Ato Suharto

Meniti detik berjalan, saat beribu umat terbuai dalam gemerlap Bencana yang kan mendera tak pernah terbaca, karena pesta dianggap lebih bermakna Buaian jaman pesolek insan bak kesurupan Ya Allah!!!!, hamba belum mampu menghindar dari buaian jaman Hamba belum mampu bertafakur, padahal jaman dekati ujur Semoga hari ini dan esok hari, jati diri dapat kumiliki

Puisi Lainnya

KILAU CINTA YANG MASIH MENYALA Oleh Ato Suharto ANUGERAH CINTA TERINDAH Oleh Ato Suharto