🪷 Bijaksana

BELATI KEMATIAN

Oleh Wawan Irawan

Tak ada rasa sesal sedikitpun dalam raut wajahmu Saat kau tikam jantung ini Terlihat senyum bahagia yang kau tunjukkan Aku disini menunggu mati Jarimu masih erat memegang belati Belati yang kau tikamkan berulang-ulang padaku Kau bukan hanya membunuhku Kau mematikan jiwa dan rasaku Kau sayat nadi ini secara perlahan Berharap aku akan mati secepatnya Kau tikam lagi jantungku Aku menunggu detik sang ajal menjemput Sesadis itukah kau kepadaku? Apa memang itu gambaran cintamu kepadaku? Aku disini.. Menunggu ajal datang membawaku Bersama matinya rasa..