BELA SUNGKAWA NEGERI INI
Oleh Wiwik Hartati
Borjuis berdecak di hadapan melarat
Para durjana sempoyongan mencari mangsa keluar malam keluyuran
Berharap dasi dasi menjadi pengisi di kala lembaran pendosa menjadi pencaci maki
Gedung bak istana menjulang tinggi menyaingi angkasa ciptaan yang maha esa
Sementara gubuk reot disingkirkan, tersapu bersih tanpa sisa
Tinggal noda dan darah darah jeritan isak tangis serak suara
Dimana keadilan negeri yang katanya sudah merdeka sejak empat lima
Apa merdeka hanya berita suka?
Sementara keadilan tetap dijajah
Kulihat, tengah malam
Anak kecil dengan seragam merah putih kumal menyusuri jalanan
Membawa gitar kecil dan plastik putih 1/4 kilo
Sementara mereka?
Para pemuka pemuka, terlentang di atas kasur empuk beralaskan rupiah
Dimana nurani para pemberi janji manis?
Yang katanya negara akan bebas dari rakyat melarat
Memang benar, negara akan bebas dari rakyat melarat
Mereka yang melarat dijerat dengan pasal pasal yang tidak mereka pahami
Sementara para aparat?
Mereka meminta hormat dari sang melarat
Baiklah, ini suara kami rakyat menengah ke bawah
Ini jeritan kami rakyat melarat yang hanya memakan janji manis sumpah serapah dari konglomerat
Ini kami, rakyat melarat yang mengais sampah di bawah terik mentari
Hanya demi sesuap nasi
Kami hanya meminta keadilan dari para pendosa, dari para pendusta
Apa perlu kami bersimpuh?
Sedang kau tak patut disembah
Dan untuk terakhir kalinya
Ada salam hormat dari sang melarat untuk aparat petinggi negara
Saran kami, sepertinya negeri ini perlu dibela sungkawa