🪷 Bijaksana

BELA SUNGKAWA NEGERI INI

Oleh Wiwik Hartati

Borjuis berdecak di hadapan melarat Para durjana sempoyongan mencari mangsa keluar malam keluyuran Berharap dasi dasi menjadi pengisi di kala lembaran pendosa menjadi pencaci maki Gedung bak istana menjulang tinggi menyaingi angkasa ciptaan yang maha esa Sementara gubuk reot disingkirkan, tersapu bersih tanpa sisa Tinggal noda dan darah darah jeritan isak tangis serak suara Dimana keadilan negeri yang katanya sudah merdeka sejak empat lima Apa merdeka hanya berita suka? Sementara keadilan tetap dijajah Kulihat, tengah malam Anak kecil dengan seragam merah putih kumal menyusuri jalanan Membawa gitar kecil dan plastik putih 1/4 kilo Sementara mereka? Para pemuka pemuka, terlentang di atas kasur empuk beralaskan rupiah Dimana nurani para pemberi janji manis? Yang katanya negara akan bebas dari rakyat melarat Memang benar, negara akan bebas dari rakyat melarat Mereka yang melarat dijerat dengan pasal pasal yang tidak mereka pahami Sementara para aparat? Mereka meminta hormat dari sang melarat Baiklah, ini suara kami rakyat menengah ke bawah Ini jeritan kami rakyat melarat yang hanya memakan janji manis sumpah serapah dari konglomerat Ini kami, rakyat melarat yang mengais sampah di bawah terik mentari Hanya demi sesuap nasi Kami hanya meminta keadilan dari para pendosa, dari para pendusta Apa perlu kami bersimpuh? Sedang kau tak patut disembah Dan untuk terakhir kalinya Ada salam hormat dari sang melarat untuk aparat petinggi negara Saran kami, sepertinya negeri ini perlu dibela sungkawa

Puisi Lainnya

PADA HAKIKAT Oleh Wiwik Hartati AKU, TANYAKU? Oleh Wiwik Hartati