🪷 Bijaksana

BARA RINDU

Puisi Revhiana

kala`kita mengukir sebuah cerita dengan amarah yang berkobar dan dikala kita menciptakan sebuah kisah dengan nafsu yang membara semua hal yang indah bagimu adalah sebuah hal yang buruk bagiku waktu terus berlalu dengan cepat tetapi kita masih saja terikat walaupun kau sering meneteskan air mata karena ego dan amarahku tak ada sedikitpun kebahagiaan menghiasi kisah cinta kita tapi dikala aku pergi meninggalkanmu bayang-bayang senyummu selalu saja hadir dalam hariku dan sedikitpun aku tak bisa menepisnya tapi aku tak menghiraukannya seiring berjalannya waktu ingatan tentang tangisanmu selalu menghantui dalam setiap renunganku tiba-tiba aku teringat kenangan tentangmu ternyata mengingatmu membuatku tersenyum dan menyejukan hati kala ini hal yang biasa menjadi hal sangat istimewa penyejuk jiwa, maafkanlah aku yang tak pernah mengukir senyum dibibirmu yang tak pernah membuat suka cita dalam harimu kini kusadari bahwa kau adalah separuh nafasku yang jika ku hidup tanpamu hariku terasa gundah nan sepi maafkanlh semua amarahku yang sering membuatmu meneteskan air mata rinduku terasa kala kau tiada teruntuk kau penyejuk hati yang sering kusakiti