🪷 Bijaksana

BAPAK INI TENTANG RINDUKU

Puisi Kang Barok

"ku tulis petuahmu dihatiku dengan cahaya tinta menyala agar hati dan jiwa ini terang dari gelap ketika fitnah dunia ingin melahap surbanmu lusuh oleh pengalaman namun tetap putih oleh ilmu keringatmu masih tercium tiap kali bibir ini memanggilmu Bapak, ingatku tanpa segan dulu naik ke bahumu, bahkan beranjak besar tanpa sadar membebani bahumu aku belum cukup berbakti setelah kini engkau mempunyai menantu.. sadar'ku sepi merangkulmu , sedang aku tetap belum tegap berdiri tanpa petuah dan bimbingan yang sesering dulu yang lelahku berakhir dipangkuanmu dan belaianmu segarkan semangat... aku masih belum cukup berbakti maka gelisahku diseberang jalan ini termenung rindu menatap awan berarak arahnya mengajakku pulang 'ku hanya tersenyum menitip salam " Bapak, doakan anakmu menjadi seperti harapan yang tiap sujud kau bisikkan..." aku masih masih belum cukup berbakti, maafkan anakmu... by: antologi puisi kangbarok