🪷 Bijaksana

BANGKIT

Oleh FAW

Menyusuri lorong-lorong Teringat akan suatu kenangan Berbulir air mata jatuh tak terasa Seakan mata ini tahu akan rasa Hati ini begitu sakit mengingatnya Langkah kakiku terhenti tiba-tiba Kaki ini kini ragu untuk memulai Begitupun dengan jemari kecil Berhenti untuk menuai kata Terdengar suara resah mereka Letih rasanya diriku terpojok lemah Tak percaya lagi akan suatu mimpi indah Mereka berteriak ayo percayalah pada mimpimu Hati ini seakan tergugah pada teriakan mereka Jemari ini mulai bergerak perlahan Langkah ini mulai tegak tuk berjalan Kini ku percaya pada mimpi-mimpi itu Mimpi yang akan membawaku terus melaju Mimpi yang dapat membuat mereka terharu Terimakasih TUHAN atas berkahmu Akan ku kenang mereka selalu