🪷 Bijaksana

BAIT-BAIT FAJAR

Oleh Rifal Kurnaini

Bahasa malam berlalu Meninggalkan dialog klasik sebuah mimpi Tapi kenapa selalu saja tentangmu Hingga aku rindu lagi Senyummu melengkung di balik sisa bintang Menyambut cahaya pertama hari ini Turun hening ke laut Basah bersama anak-anak ikan Nyanyian burung-burung subuh melengking Pecah di ombak Lalu abadi bersamanya Daun-daun pantai yang mulai bersuara Bergerak perlahan Bertanya padaku Untuk siapa rinduku ini Aku menjerit ditusuk rasa Lalu jatuh di pasir bersama luka purba Karena terus kuterka-terka ketulusanmu Dan kuraba-raba perasaanmu Siapakah wajah yang tengah kaurindui??? Jiwaku dijelma sampan nelayan Dibawa pergi bersama jalanya Membelah selat di seberang mata Dan tak tahu kapan pulangnya Angin pantai melirih Hinggap di bulu tanganku Menjadikan pokok-pokok bakau cemburu Kepiting-kepiting kecil berlarian Disalak anjing liar yang matanya tajam Sesekali menatap diriku Seakan mampu membaca pikiran ini Lalu kita berbincang dalam bait-bait fajar Matahari akan mengambang Langit mulai telanjang Tapi rasaku tak juga hilang Dan semua ini... Tentangmu saja Pantai Boom, 24 Juli 2013 ---- No. Urut : 11.168 Tanggal Kirim : 24/07/2013 14:43:36