BAIT-BAIT FAJAR
Oleh Rifal Kurnaini
Bahasa malam berlalu
Meninggalkan dialog klasik sebuah mimpi
Tapi kenapa selalu saja tentangmu
Hingga aku rindu lagi
Senyummu melengkung di balik sisa bintang
Menyambut cahaya pertama hari ini
Turun hening ke laut
Basah bersama anak-anak ikan
Nyanyian burung-burung subuh melengking
Pecah di ombak
Lalu abadi bersamanya
Daun-daun pantai yang mulai bersuara
Bergerak perlahan
Bertanya padaku
Untuk siapa rinduku ini
Aku menjerit ditusuk rasa
Lalu jatuh di pasir bersama luka purba
Karena terus kuterka-terka ketulusanmu
Dan kuraba-raba perasaanmu
Siapakah wajah yang tengah kaurindui???
Jiwaku dijelma sampan nelayan
Dibawa pergi bersama jalanya
Membelah selat di seberang mata
Dan tak tahu kapan pulangnya
Angin pantai melirih
Hinggap di bulu tanganku
Menjadikan pokok-pokok bakau cemburu
Kepiting-kepiting kecil berlarian
Disalak anjing liar yang matanya tajam
Sesekali menatap diriku
Seakan mampu membaca pikiran ini
Lalu kita berbincang dalam bait-bait fajar
Matahari akan mengambang
Langit mulai telanjang
Tapi rasaku tak juga hilang
Dan semua ini...
Tentangmu saja
Pantai Boom, 24 Juli 2013
----
No. Urut : 11.168
Tanggal Kirim : 24/07/2013 14:43:36