BAGAI KASTIL DAN DAPUR
Oleh Tobi
Berhias eloknya gading dan mutiara
Beserta kaki-kaki kayu jati
Di puncak singgasana dari kastil ditengah padang pasir
Disitulah aku menempatkan hatimu, bebas dari hina dan cibir
Ketika kau panas dan meminta sejuk
Itu tak perlu,
Karena sudah mengalir lembut dua sungai jernih untukmu
Dari mata dan sampai ujung kedua pipiku
Ketika kau memintaku sebuah tempat berteduh Itu tak perlu, Untukmu menjulang sebuah kastil beserta kebun melatinya kudirikan dari puing-puing harapanku
Karena kau, udaraku
Lalu ditempat terbuka namun tak mudah terlihat
Di pojokan muram, meja untuk berbagai macam
Dimana cahaya, bisa menjamah namun tidak dengan terangnya
Kutemukan hatiku, di bab hatimu itu
Di dapur yang lembab, bersebelahan jelaga abu
Dan cobalah kau memintaku tersenyum
Tanpa tunda kubentangkan garis bibirku, sepanjang jarak kedua kuping
Sempat-sempatnya kutampilkan pertunjukkan yang rangkum
Walaupun airmata di pipiku masih belum mengering
Inikah kebodohan tanpa banding?
Ataukah ini...