🪷 Bijaksana

BAGAI KASTIL DAN DAPUR

Oleh Tobi

Berhias eloknya gading dan mutiara Beserta kaki-kaki kayu jati Di puncak singgasana dari kastil ditengah padang pasir Disitulah aku menempatkan hatimu, bebas dari hina dan cibir Ketika kau panas dan meminta sejuk Itu tak perlu, Karena sudah mengalir lembut dua sungai jernih untukmu Dari mata dan sampai ujung kedua pipiku Ketika kau memintaku sebuah tempat berteduh Itu tak perlu, Untukmu menjulang sebuah kastil beserta kebun melatinya kudirikan dari puing-puing harapanku Karena kau, udaraku Lalu ditempat terbuka namun tak mudah terlihat Di pojokan muram, meja untuk berbagai macam Dimana cahaya, bisa menjamah namun tidak dengan terangnya Kutemukan hatiku, di bab hatimu itu Di dapur yang lembab, bersebelahan jelaga abu Dan cobalah kau memintaku tersenyum Tanpa tunda kubentangkan garis bibirku, sepanjang jarak kedua kuping Sempat-sempatnya kutampilkan pertunjukkan yang rangkum Walaupun airmata di pipiku masih belum mengering Inikah kebodohan tanpa banding? Ataukah ini...