🪷 Bijaksana

BACA AKU, CINTA, AKU RINDU

Oleh Dita Meilani

Aku masih seperti dulu Setia mengirimimu rindu lewat senja Meski tak pernah kau baca hanya lembayungnya kau rasa Aku tetap setia mengirim bingkisan rindu lewat cakrawala jingga Aku masih seperti dulu Setia seperti bayang-bayang Menunggumu pulang meski kau tak pernah tinggal Rinduku ini tak tertahan, selalu tergesa-gesa Karna aku selalu tak punya waktu yang tanpa merindukanmu Aku setia, pada muara rindu yang itu itu saja. Ya, kamu. Muara rinduku, muara segala rasaku. Malam membawa aroma kangen yang memikat Sepinya seolah menyempurnakan kerinduan yang sunyi Lalu bayanganmu datang, menghantarkanku kedalam pelabuhan mimpi, Atau hanya imaji saktiku yang liar? Dalam kangen, mimpi menjadi sebuah harapan Harapan bahwa disana aku akan bertemu denganmu Memandangmu sepuasnya, kembali menghapal senyummu, Seolah sedetik tak memandang, aku sekarat merindukanmu! Rindu ini menyusuri nadiku, membuatku mabuk kepayang Kamu, seolah medan magnet baru yang Ia ciptakan untukku Aku takkan mampu terbang selama kau masih berpijak di bumi Dan seolah waktu melambat ketika kau berada di sampingku Aku tahu senja bosan, tapi gemuruh dan petir tampak tak sabar Mereka benar, aku dan rinduku kalap, tapi kamu tak tahu.

Puisi Lainnya

PELIPUR PENGHAPUS LARA LUKAMU Oleh Dita Meilani