ASA YANG TAK KEMBALI
Oleh Muhammad Saepuddin Azhari
Hari yang gelap selalu kau sudutkan aku.
Menghentikan asa yang sudah kita rangkai bersama.
Memapahku dalam kesunyian yang mendeera jiwa.
Di mana engkau kini sang pelipur lara.
Tak adakah sedikit rasa rindu yang tersisa dihatimu untuk ku.
Seperti aku yang selalu menyisakan rindu untuk mu.
Meskipun telah kau hianati ikrar kita bersama dulu.
Karena sulit bagiku melupakanmu dan kenangan indah itu.
Banyak hal indah yang kita lalui bersama.
Meskipun tak jarang diiringi dengan sembilu yang melukai kalbu.
Sejalan dengan cerita hidup yang kita pilih bersama.
Tak mampu pudarkan sinar keindahan yang pernah kita ciptakan.
Dalam do’a selesai sujud ku.
Selalu ada namamu yang kuselipkan untuk ku haturkan
Kepada Dia Sang Pemurah.
Asa yang pernah mati kuharapkan hidup kembali
Agar aku bisa melanjutkan mimpi yang tertunda.
Datanglah temui aku ke Tempat di mana
Kita pernah mengucapkan seribu ikrar bersama.
Aku yang bagaikan burung merpati selalu mengharapkanmu kembali.