🪷 Bijaksana

ANAK -ANAK PINGGIRAN

Oleh Melinda Dwi Hartati

Udara pagi mengiringi langkah kecilnya Dingin yang menusuk kulit bersamaan dengan terbitnya sang fajar Wajah cerianya seakan menyembunyikan rasa lapar dalam tubuhnya Bajunya lusuh, tanpa alas kaki Tubuh yang kurus kering Membawa sebuah karung yang mulai penuh dengan sampah Melupakan mimpi dan angan dalam hatinya Di saat orang lain yang masih terlelap di kasur yang empuk Sedang tubuh kecilnya memulai perjuangan Betapa hatinya resah, dan takut menghadapi kehidupan Berada di jalanan di tengah kota besar Hanya dengan mengandalkan hasil pulungan Begitu sakit hatinya saat melihat anak – anak lain beriringan menuntut ilmu Sedang ia harus bekerja demi sesuap nasi Harus bagaimana lagi? Inikah takdir? Ataukah nasib untuk mereka? Apakah Tuhan tak adil? Menciptakan yang kaya dan miskin Namun, mereka hanya tersenyum menjalani semua ini Dan terus berjuang untuk tetap hidup Mereka hanya bisa berharap Agar tak ada lagi orang yang seperti mereka di kehidupan selanjutnya Polewali, 23 November 2013Karya Melinda Dwi Hartati

Puisi Lainnya

KETIKA SAHABAT TAK LAGI SEJIWA Oleh Melinda Dwi Hartati