AKU YANG KELIRU
Oleh Noridah Siuh
Kedinginan malam membekukan dirku,
Dalam hujan aku bertahan,
Memecahkan tangisan tanya suara,
Dan kini aku terasa kalah.
Dunia mengajarku luka,
Kepertian kini berdarah,
Mengalir membasahi diriku,
Aku kaku tanpa kata.
Aku yang selalu di kecewakan,
Yang selalu di tinggalkan,
Juga selalu dihampakan,
Aku terasa tidak diperlukan.
Tapi untuk saat ini,
Aku benar-benar kecewa,
Aku rasa sendiri tanpa cinta,
Hatiku hancur lebih hancur dari kaca.
Dalam pekat malam aku ditinggakan,
Tanpa pesan dan teman,
Aku yang kedinginan mencari teduhan,
Kaki melangkah dengan getaran.
Di pondok bas aku menanti,
Dengan harap ia datang kembali,
Tapi aku salah menilai cinta ini,
Yang ada aku tak di peduli.
Dalam ketakutan dan kesejukan,
Aku terus menanti tanpa henti,
Bersama air mata di pipi,
Aku berdoa pada ilahi.
Cinta dihatiku kini mati,
Dia mengajarku untuk membenci,
Dan membuat diriku kembali,
Merasakan sakit dihati.
Dihati ini tumbuh rasa benci,
Yang entah dari mana bersemi,
Tapi kini subur tanpa benih,
Kerna sikapmu sendiri.
Maaf ku pinta darimu,
Tapi kau yg mendidikku rasa benci,
Dan kini rasa itu sebati,
Dalam diri dan hati ini.
Pekat malam kau biarku sendiri,
Dan itu mengajarku erti benci,
Untuk dirimu yang tak menghargai,
Erti cinta dalam hati.
Mungkin cinta tak bererti,
Bagimu untuk diri ini,
Aku mungkin bonek bagimu,
Yang bisanya kau ganti bila jemu.
Terima kasih kerna ajarkanku,
Terima kasih untuk sakit ini,
Aku cuba untuk tabah,
Tapi aku manusia biasa.
Dalam keheningan malam,
Aku menanti harapan,
Berjam-jam tanpa bosan,
Kerna aku yakin kau datang.
3 jam masa berlalu,
Penantiku tanpa jemu,
Malam semakin pekat,
Tapi kau tak ku nampak.
Aku menghubungimu,
Tanpa kata tapi punya harapan,
Kau tahu aku mematimu,
Tapi kau tak hiraukan aku.
4 jam aku tetap menanti,
Mengharap kau kan kembali,
Tapi aku salah lagi,
Nyata kau tidak menyanyangi.
Hatiku berdabar kencang,
Kerna malam hampir siang,
Aku menantimu dengan harapan,
Tapi kau sikit pun tak bimbang.
Aku benar-benar kau tinggalkan,
Terima kasih untuk kesakitan,
Yang pernah kau berikan,
semua bermain difikiran.
Apa cinta untukmu,
Sehingga kau sanggup tinggalkan aku,
Sendiri di malam hari,
Tanpa teman di sisi.
Kau dayus buatku,
Kau kejam untukku,
Kau jahat bagiku,
Dan kau pembunuh cintaku.