AKU YANG BUKAN
Oleh Achmad Rival
Akankah ada yang lebih bisa aku percaya?
Sedang benalu tumbuhnya tidak pernah permisi
Akankah ada yang lebih bisa aku yakinkan?
Bahwa ranting juga tidak berdaya mengusir
Tidakkah ada yang lebih pantas aku bicarakan?
Sedang hujan tidak pernah butuh pelangi
Tidakkah ada yang lebih pantas aku tanyakan?
Bahwa embun hanya ada dipagi hari
Adakah yang lebih bisa lagi aku pastikan?
Sedang lautan tidak selalu bisa dinikmati
Adakah yang lebih bisa lagi aku patenkan?
Bahwa arah mata angin juga bisa mandiri
Kalau aku mulai mengerti
Berkenankah kamu untuk sedikitnya peduli?
Kalau aku mulai beranjak pergi
Berkenankah kamu untuk setidaknya menanti?
Jika aku hendak menemui
Sudikah kamu untuk tidak bersembunyi?
Jika aku hendak berhenti
Sudikah kamu untuk sedikit saja menemani?
Semisal aku akan kembali
Maukah kamu untuk menyambutku lagi?
Dan semisal aku sudah jatuh hati
Maukah kamu untuk kekasih yang kujadi?
Sayang, apakah kamu juga mengerti?
Bahwa batu tidak pernah bisa dicairkan
Kasihku, tidakkah kamu tentu memaknai?
Yang indah juga yang membahayakan
Zhulaikha-ku, memang aku bukan Yusufmu
Namun berkenankah kamu untuk tidak mengusirku?
Laila-ku, apalagi aku pun tidak semacam Majnun Qoismu
Tapi masikah ada ruang semalam untuk kantukku?
Aku bukanlah penulis, sayang
Karena yang hendak kutulis sudah ada padamu
Aku bukanlah penyair, kasih
Karena tidak ada sajak sedalam dirimu
Aku bukan perindu yang hebat, sayang
Sebab semua kerinduan sudah jadi milikmu
Apalagi aku bukan pecinta, kasih
Sebab cintaku tidak ada se-zarrah-pun bisa kupersembahkan untukmu
Kalau dahan dan ranting bisa saling terluka
Tidakkah kamu juga merasakan darahku?