🪷 Bijaksana

AKU YANG BUKAN

Oleh Achmad Rival

Akankah ada yang lebih bisa aku percaya? Sedang benalu tumbuhnya tidak pernah permisi Akankah ada yang lebih bisa aku yakinkan? Bahwa ranting juga tidak berdaya mengusir Tidakkah ada yang lebih pantas aku bicarakan? Sedang hujan tidak pernah butuh pelangi Tidakkah ada yang lebih pantas aku tanyakan? Bahwa embun hanya ada dipagi hari Adakah yang lebih bisa lagi aku pastikan? Sedang lautan tidak selalu bisa dinikmati Adakah yang lebih bisa lagi aku patenkan? Bahwa arah mata angin juga bisa mandiri Kalau aku mulai mengerti Berkenankah kamu untuk sedikitnya peduli? Kalau aku mulai beranjak pergi Berkenankah kamu untuk setidaknya menanti? Jika aku hendak menemui Sudikah kamu untuk tidak bersembunyi? Jika aku hendak berhenti Sudikah kamu untuk sedikit saja menemani? Semisal aku akan kembali Maukah kamu untuk menyambutku lagi? Dan semisal aku sudah jatuh hati Maukah kamu untuk kekasih yang kujadi? Sayang, apakah kamu juga mengerti? Bahwa batu tidak pernah bisa dicairkan Kasihku, tidakkah kamu tentu memaknai? Yang indah juga yang membahayakan Zhulaikha-ku,  memang aku bukan Yusufmu Namun berkenankah kamu untuk tidak mengusirku? Laila-ku, apalagi aku pun tidak semacam Majnun Qoismu Tapi masikah ada ruang semalam untuk kantukku? Aku bukanlah penulis, sayang Karena yang hendak kutulis sudah ada padamu Aku bukanlah penyair, kasih Karena tidak ada sajak sedalam dirimu Aku bukan perindu yang hebat, sayang Sebab semua kerinduan sudah jadi milikmu Apalagi aku bukan pecinta, kasih Sebab cintaku tidak ada se-zarrah-pun bisa kupersembahkan untukmu Kalau dahan dan ranting bisa saling terluka Tidakkah kamu juga merasakan darahku?