🪷 Bijaksana

AKU INGIN MATI SEPERTI INI

Oleh Arief Darmawan

Penaku masih duduk di tepian buku Menanti sang tuan menggoreskan sesuatu Ingin sekali ditulisnya sebuah tanya untuk dua Malaikat di kanan kiri Siapa yang paling sibuk hari ini ... Dari itu penaku jadi bisu, menyaksikan tuannya Yang lebih bisu menonton dosa di layar dinding.. Berasal dari hati yang dahaga Sajak-sajak dengan deras mengisi baris-baris buku tak berdosa Dari mata yang ingin membuta dari dunia dengan segala godanya Tetes-tetes tinta mengalir dengan sejujurnya Menitipkan segala derita dan harapan tanpa suara Menitipkan sesal-sesal yang mengurung hati dalam karat-karat bui Dimana harus didapat lagi Jiwa yang suci penenang hati Jika kotornya babi sudah tersaingi dosa sendiri Suara sanjung dan puji terdengar menjijikkan sekali Jika hati sedang dirundung sepi menghakimi diri Malu .. malu sekali Seperti sedang ditelanjangi Kenapa aku tak terlahir jadi malaikat saja Yang punya sayap indah, terus bertasbih walau tak pernah berdosa Lemahnya aku sekarang ... Lebih lemah dari nyamuk yang barusan hinggap menghisap darah yang kotor Lebih lemah dari seekor cicak di langit-langit atap yang sedari tadi seperti mengawasi Dua menit pergi dari jam dua pagi Hujan masih deras di luar sana Diam-diam hati berdiskusi tenang sekali Mengembalikan akal sehat yang sudah terlalu frustasi Membisiki bahwa aku bukan malaikat yang menawan Manusia tetaplah manusia Manusia dan malaikat bukan dibedakan dari sayapnya, biar Tuhan saja yang menilai, begitu bisiknya. Kubangunkan pikiranku pelan-pelan Aku baru sadar, ternyata aku suka sekali merenung Hujan belum juga reda Aku sentuh saja, kubasuhkan pada muka lalu Kujadikan dia air suci Aku ruku', aku sujud Mengemis belas kasih dan peluk hangat sang Rabbi Meminta air mata biar gersangnya hati disiram gerimis lagi menyesali dosa Senormalnya aku akan menjadi tua Ditelan jaman dan masa yang tak bertatakrama Aku ingin mati seperti ini Pergi bersama butir-butir do'a Pergi bersama ruku' dan sujudku Bersama nafas-nafas malam yang sedang memuji-Nya ...