🪷 Bijaksana

AKU INGIN BICARA

Oleh Rosa Rosdianita

Aku nyaris tak ingin tersenyum Sejauh apapun itu rasaku, sepertinya hambar Tak ingin terbaca hati siapapun Enggan berkata bercerita Gugup emosi tak berwujud Menelan pedih yang tak terdengar Enggan menangis berteriak Terbalut kalut menakutkan Aku berdiri di atas kumpulan bait yang tersimpan Menahan segala emosi yang tercipta Aku melangkah menyisiri jalan yang tak berarah Sssssttttt, hening tak bergeming Senyap yang ku cipta mengetuk batinku Gelap yang yang menelan terang Kumeninggalkan segala pandang Menutup segala jejak Kali ini ku sendiri, serasa sendiri terbalut dingin yang menusuk Aahh hanya perasaanku saja Selalu berisyarat dalam hati Mencoba tersenyum meski isak dalam hati Mungkin sebenarnya aku tak seharusnya begini Hanya saja aku tak tahu harus bagaimana Mungkin saja aku lelah dan ingin menangis Hanya saja aku malu pada rumput yang menari dengan riangnya Bersama udara yang tak pernah lelah mencari insan yang bernafas Dan kupu-kupu yang hinggap dengan manisnya Mentari yang selalu menyambut pagi dengan sejuknya Bulan dan bintang dengan cantiknya menemani sang malam Betapa bodohnya jiwa ini tak yang tak pernah bersyukur Nikmat ini begitu indahnya Hingga tak ada insan yang kekurangan Tak seharusnya aku menahan kebahagiaanku Meski selalu ada pengorbanan yang layak ku pertaruhkan Kupejamkan mata setitik waktu Menghela nafas dengan santainya Cukup mengingat segala pahit dan manis yang pernah mewarnaiku Dan segala mimpi yang sempat tertunda Rangkul aku dalam riangmu Uraikan segala cerita tentang cinta, persahabatan, kekeluargaan, kebersamaan, dan kasih sayang yang tulus Hapuskan airmataku kala aku telah cukup kuat menahan kepedihanku Ajak aku menari di atas drama yang penuh terjal Ajari aku tersenyum dikala aku mudah menguraikan airmata Ya, aku berada dipuncak letih pada buku yang ku genggam Tinta penaku telah habis Kertasnya pun telah usang Aku ingin bicara, bahasa hati, bahasa tubuh, bahasa jiwa Karna aku tak ingin torehkan pada pasir yang akan tertelan oleh ombak Takkan menuliskan pada awan yang akan terhapus angin Dan takkan kutuliskan pada embun yang tentunya akan gersang oleh terik