🪷 Bijaksana

AKU, DIA DAN DIAM

Oleh Restu Wayang

Namamu yang indah Wajah manis yang merona Tutur katamu santun menyerta aroma kasih Bak semerbak wangi seribu bunga Hayalku, fikirku tersudut menghadapmu Entahlah lidah terkunci hati mengemuru tubuh gemetar Jiwa terguncang, namun kulibatkan setiap inci keberanian Tetap saja lagi dan lagi kata indah yang dirangkai Oleh sibodoh ini takpernah sampai ketelingamu Kupandangmu dari sana sedang aku disini berbisik kegelisahan Kapan kalimat ini terdengar, ataukah kau angin sengaja menghalauku, Hanya senyum yang mewakili setiap kata Yang tak terucap kau diam aku membisu