🪷 Bijaksana

AKU BANGGA

Oleh M. Kholilullah Ash-Shiddiq

Anakku... semenjak aqiqahmu dua tahun yang lalu Telah kuurai kata dan peluh di setiap tawamu Aku pikir Tuhan sengaja pertemukan kita Di antara danau kekanakanmu dan kedewasaanku Bawakan aku sebuah buku Hendak kutulis satu untai syukur Agar lauhul mahfudz mendiarykannya juga Setiamu, syakwasangkamu, bencimu Lumuri ikhlasku saat bersamamu Anakku... jangan pernah peduli Mendung di jidatmu biar aku yang bebani Jangan sekali-kali menyerah karena air matamu aku yang mengusap Lupakan dawai keluhmu, aku yang mendendangnya