ADIK PIDIE
Oleh Sang Mata Pena
Katanya ia si cesar datar
Yang hanya ingin bergeser barang sebentar
Merubah posisi sesuai yang dikehendaki
Kehendak
Nya sang Maha Pengatur diri
Katanya ia si cesar datar
Yang mungkin telah lama menitipkan pesan
Makhluk perut bumi pun nampaknya sudah lama gusar
Namun manusia tak lebih peka meski sekedar
Katanya ia si cesar datar
Yang tak akan kemana tanpa seizin Tuhan
Getaran hebatnya merobohkan dinding hingga membelah permukaan
Geliatnya menjadi bencana bagi para penghuni wajah bumi
Kini di tanah serambi ibu pertiwi berduka lagi
Wahai adik Pidie yang tak sempat memeluk pagi
Tangisanmu turut membasahi dinding hati kami
Meski ragamu terhimpit reruntuhan
Namun jiwamu tergenggam dalam kedamaian
Wahai tanah serambi yang tengah berselimut duka
Tanah terpilih yang tengah diberi uji, ujianmu bagi kami juga
Kami disini tak akan hanya bertopang dagu, karena engkau bagian dari nafas kami
Akan kami persembahkan apa yang kami mampu
Saudaraku ...
Bersegeralah bangkit menggenggam langit
Karena duka tak akan selamanya
Hari-hari tak akan terus kelabu
Karena bukankah semakin pekatnya malam pertanda cahaya akan segera datang?
Saudaraku ...
Apapun yang hilang adalah suatu ketetapan
Ikhlas melepaskan adalah sebuah bentuk penghambaan
Ratapi ia sebentar saja, lalu bangkit menjemput takdir baik
__________________________
Teras Langit, 09 Rabiul Awwal 1438 H | 09 Desember 2016 M
_Untukmu Tanah Serambi yang Tengah Allah Uji_
Sang Mata Pena
@dinarahmisalim