🪷 Bijaksana

ADIK PIDIE

Oleh Sang Mata Pena

Katanya ia si cesar datar Yang hanya ingin bergeser barang sebentar Merubah posisi sesuai yang dikehendaki Kehendak Nya sang Maha Pengatur diri Katanya ia si cesar datar Yang mungkin telah lama menitipkan pesan Makhluk perut bumi pun nampaknya sudah lama gusar Namun manusia tak lebih peka meski sekedar Katanya ia si cesar datar Yang tak akan kemana tanpa seizin Tuhan Getaran hebatnya merobohkan dinding hingga membelah permukaan Geliatnya menjadi bencana bagi para penghuni wajah bumi Kini di tanah serambi ibu pertiwi berduka lagi Wahai adik Pidie yang tak sempat memeluk pagi Tangisanmu turut membasahi dinding hati kami Meski ragamu terhimpit reruntuhan Namun jiwamu tergenggam dalam kedamaian Wahai tanah serambi yang tengah berselimut duka Tanah terpilih yang tengah diberi uji, ujianmu bagi kami juga Kami disini tak akan hanya bertopang dagu, karena engkau bagian dari nafas kami Akan kami persembahkan apa yang kami mampu Saudaraku ... Bersegeralah bangkit menggenggam langit Karena duka tak akan selamanya Hari-hari tak akan terus kelabu Karena bukankah semakin pekatnya malam pertanda cahaya akan segera datang? Saudaraku ... Apapun yang hilang adalah suatu ketetapan Ikhlas melepaskan adalah sebuah bentuk penghambaan Ratapi ia sebentar saja, lalu bangkit menjemput takdir baik __________________________ Teras Langit, 09 Rabiul Awwal 1438 H | 09 Desember 2016 M _Untukmu Tanah Serambi yang Tengah Allah Uji_ Sang Mata Pena @dinarahmisalim