11 APRIL
Oleh Nurul Hikmatih
Dalam gelap aku menatap seberkas cahaya
cahaya yang menyelinap memasuki bola mata.
Cahaya itu hadir hanya dalam kesemuan semata
yang hilang tanpa akhir nyata.
Jarum jam yang berdetak semakin jelas terdengar
lantunannya bagaikan tiap detik yang tergambar.
Disetiap detik terasa begitu berharga akan hadirnya cahaya dalam guratan yang semu.
Air mata sudah hilang berlalu sebelum cahaya itu kembali menghampiri dalam semu.
Saat semakin terlarut akhirnya tersadar bahwa itu hanya bayangan semata.
Bayangan yang hadir tanpa aku ketahui bagaimana wujud aslinya.
Bayangan yang hanya dapat terasa dalam rindu yang ada.
Dan hanya dengan doa bayangan rindu itu mampu terobati dengan pertanyaan yang berjuta.
----
No. Urut : 2567
Tanggal Kirim : 12/04/2014 0:11:11