“
Untuk mengetahui sakitnya kekuasaan, kita harus mendatangi mereka yang memilikinya; untuk mengetahui kesenangannya, kita harus mendatangi mereka yang mencarinya. Sakitnya kekuasaan itu nyata; kesenangannya imajiner. Asli: To know the pains of power, we must go to those who have it; to know its pleasures, we must go to those who are seeking it. The pains of power are real; its pleasures imaginary.