“
Seseorang merasa cenderung untuk mengatakan bahwa niat bahwa manusia harus 'bahagia' tidak termasuk dalam rencana Penciptaan. ' . . . Kita dibuat sedemikian rupa sehingga kita dapat memperoleh kenikmatan yang intens hanya dari suatu kontras dan sangat sedikit dari suatu keadaan. Asli: One feels inclined to say that the intention that man should be 'happy' is not included in the plan of Creation.' . . . We are so made that we can derive intense enjoyment only from a contrast and very little from a state of things.