“
Seorang penulis membutuhkan kesepian, dan dia mendapatkan bagiannya itu. Dia membutuhkan cinta, dan ia dapat berbagi dan juga tidak membagi cinta. Dia membutuhkan persahabatan. Bahkan, ia membutuhkan alam semesta. Menjadi penulis sesungguhnya menjalani hari-hari layaknya seorang pemimpi yang memiliki kehidupan ganda. Asli: A writer needs loneliness, and he gets his share of it. He needs love, and he gets shared and also unshared love. He needs friendship. In fact, he needs the universe. To be a writer is, in a sense, to be day-dreamer--to be living a kind of double life.