“
Saya adalah budak ritme. Saya adalah palet. Saya hanya mengikuti momen. Anda harus melakukannya seperti itu karena jika Anda berpikir, Anda sudah mati. Pertunjukan bukanlah tentang berpikir; ini tentang perasaan. Asli: I am a slave to the rhythm. I am a palette. I just go with the moment. You've got to do it that way because if you're thinking, you're dead. Performing is not about thinking; it's about feeling.