“
Rekonsiliasi dengan musuh yang bisa menjadi brutal seperti Taliban terdengar tidak menyenangkan, bahkan tak terbayangkan. Dan diplomasi akan mudah jika kita hanya perlu berbicara dengan teman kita. Tapi bukan itu cara seseorang membuat perdamaian. Asli: Reconciling with an adversary that can be as brutal as the Taliban sounds distasteful, even unimaginable. And diplomacy would be easy if we only had to talk to our friends. But that is not how one makes peace.