“
Penulis-penulis jawa lama itu, meskipun enulis sewaan raja, masih berani memanjakan fantasinya seluas-luasnya bahkan juga segila-gilanya. Itu semacam kebebasan sikap juga, dong. Seribu Kunang-Kunang di Manhattan (1972)
Penulis-penulis jawa lama itu, meskipun enulis sewaan raja, masih berani memanjakan fantasinya seluas-luasnya bahkan juga segila-gilanya. Itu semacam kebebasan sikap juga, dong. Seribu Kunang-Kunang di Manhattan (1972)
Dapatkan inspirasi serupa setiap pagi di email Anda.