“
Penerbitan pasca-perang atau tirani yang musnah harus diakhiri. Profesi menjadi terobsesi dengan kuantitas daripada kualitas. Satu artikel brilian harus melebihi satu buku biasa-biasa saja. Asli: The post-war publish or perish tyranny must end. The profession has become obsessed with quantity rather than quality. One brilliant article should outweigh one mediocre book.