“
Pemujaan kekuasaan mengaburkan penilaian politik karena hampir tak terhindarkan mengarah pada keyakinan bahwa tren saat ini akan berlanjut. Siapa pun yang menang saat ini akan selalu tampak tak terkalahkan. Asli: Power-worship blurs political judgment because it leads, almost unavoidably, to the belief that present trends will continue. Whoever is winning at the moment will always seem to be invincible.