“
Neraka yang harus ditanggung selanjutnya, seperti yang dikatakan oleh teologi, tidak lebih buruk daripada neraka yang kita buat untuk diri kita sendiri di dunia ini dengan kebiasaan membentuk karakter kita dengan cara yang salah. Asli: The hell to be endured hereafter, of which theology tells, is no worse than the hell we make for ourselves in this world by habitually fashioned our characters in the wrong way.