“
Lihatlah burung itu begitu lembut, tetapi suaranya yang digiring angin, merdu dan basah, terlalu lembut untuk laut, untuk semua ribut-ribut. Tapi manusia tak bisa jadi burung. Ia menyerah kepada nasib masing-masing. Di Pelabuhan Benoa
Lihatlah burung itu begitu lembut, tetapi suaranya yang digiring angin, merdu dan basah, terlalu lembut untuk laut, untuk semua ribut-ribut. Tapi manusia tak bisa jadi burung. Ia menyerah kepada nasib masing-masing. Di Pelabuhan Benoa
Dapatkan inspirasi serupa setiap pagi di email Anda.