“
Ketika seorang manusia yang bijaksana telah mengatasi insentif untuk kejahatan dan menyadari telah melakukan tugas pahitnya, dia menemukan dirinya dalam keadaan yang bisa disebut kebahagiaan, keadaan kepuasan dan kedamaian pikiran di mana kebajikan adalah pahala sendiri. Asli: When a thoughtful human being has overcome incentives to vice and is aware of having done his bitter duty, he finds himself in a state that could be called happiness, a state of contentment and peace of mind in which virtue is its own reward.